ALICE AND HANK

Suicidesouls - "Emangnya kenapa? Anda mau menuntut saya karena merokok?"
Alice tersenyum nakal pada si dokter dan membuang rokok padamnya ke tempat sampah. "Maaf, kebiasaan saya ini akan membunuh saya suatu hari nanti. Itu yang terus dikatakan Hank pada saya."

"Jadi... anda bilang bahwa anda dapat melihat hal-hal aneh?"

"Pak Dokter, saya tahu maksud anda. Saya juga pernah membaca buku-buku tentang masalah kelainan mental. Jika saya menjadi anda, saya akan memvonis diri saya sendiri dengan gejala schizoprenia stadium 2. Tapi tidak, itu salah. Karena dia nyata."

"Dia? Oh jadi hal-hal aneh itu berbentuk manusia? Kalau begitu coba gambarkan wujudnya."

"Sosoknya seperti pria berusia dua puluhan, mengenakan jubah merah. Di punggungnya terdapat sepasang sayap. Saya dapat menjelaskan sosoknya dari ujung kepala sampai jempol kaki jika anda mau. Saya bahkan bisa menghitung jumlah pori-pori kulit di hidungnya. Dia berdiri di sini, tepat di samping saya. Saya bisa bicara padanya. Namanya Hank. Dan barusan ia meminta saya untuk berkata "Hai" pada anda."

"Hmm... menarik. Saya kira saya dapat berbicara padanya, iya kan?"

"Tentu, Hank dapat mendengar anda. Tanyakan apa saja, yang tak mungkin saya ketahui jawabannya. Hank pasti tahu, karena dia adalah malaikat. Dia tahu segala hal yang tak dapat anda ataupun saya bayangkan. Dia juga mampu melihat masa depan."

"Dapatkah saya bertanya bagaimana perbincangan ini akan berakhir? Apakah anda akan berhasil meyakinkan saya kalau Hank nyata?"

"Hank bilang, ia tak bisa memberitahu anda karena jawabannya akan menciptakan paradox. Jika sekarang ia memberitahu anda, itu akan mempengaruhi keputusan anda untuk percaya atau tidak pada saya nantinya."

"Dia teman yang pintar ya? Mengapa dia mengikuti anda? Apa tujuannya?"

"Dia adalah malaikat pelindung saya. Ia memperingatkan saya akan hal-hal yang dapat membahayakan saya di masa depan. Jika bukan karena Hank, saya pasti sudah mati."

"Saya tak mengerti. Jika anda senang akan keberadaan Hank, mengapa anda menemui saya?"

"Oh iya, hampir lupa. Bodohnya saya ini. Begini, kemarin Hank memberitahu saya bahwa anda adalah penyebab masuknya saya ke rumah sakit para penjahat gila selama sisa hidup saya. Maka dari itu, saya di sini untuk mencegahnya."

"Bagaimana anda akan mencega..."

Hal terakhir yang dilihat sang dokter adalah sekilas cahaya terang membutakan. Sepersekian detik kemudian peluru memecahkan kepala si dokter hingga otaknya berhamburan keluar mengotori dinding di belakangnya.

0 Response to "ALICE AND HANK"

Post a Comment

Komentar dengan link hidup akan dihapus.