Rumah Berhantu Milik Temanku

Suicidesouls - Aku mendapatkan telephone dari temanku, dia bilang dia sendirian di rumah selama beberapa hari dan dia ingin aku menemaninya.
Entah apa yang tersirat dalam benakku, karena aku menerimanya begitu saja. menurut rumor yang beredar, rumah temanku adalah salah satu rumah paling berhantu, banyak temanku yang lain yang pernah membuktikanya, ku pikir beberapa mungkin melebih-lebihkanya. Namun bukan berarti aku tidak mempercayai hal itu, aku percaya karena beberapa kali aku pernah mengalaminya sendiri meskipun berbeda kasus dengan rumah temanku ini.
Selama ini, aku memang belum pernah ke rumahnya apalagi menginap di rumahnya, namun aku pernah melewatinya beberapa kali dan dari apa yang ku lihat sekilas, rumah itu biasa saja. Tidak ada yang istimewa ataupun tampak mengerikan, seperti rumah pada umumnya.
Pukul 7 malam, aku tiba. Temanku sudah menungguku di luar rumah, aku tidak tahu kenapa dia menungguku di luar di udara sedingin ini. Ketika aku sudah bersamanya, kami bersama-sama melangkah masuk, temanku menawarkan segelas teh, dan aku mengiyakanya sembari menuju kamarnya yang sudah dia instruksikan kepadaku.
Aku berjalan menuju ke kamarnya sembari melihat-lihat isi rumah ini. Dari luar rumah ini terlihat biasa saja, namun ketika masuk, aku sadar banyak benda antic dan desainya sendiri adalah desain rumah tua.
Ku buka pintu kamar dan melesat ke kamar tidur, ku sambar beberapa majalah dan mulai membacanya dalam hatiku, ketika aku sedang menikmati suasana itu, aku mendengar seseorang berdesis.
Berdesis seperti memanggilku, ku amati sekeliling dan suara itu tetap muncul, sampai akhirnya mataku tertuju pada sebuah almari baju temanku, tanpa membuang waktu aku segera mendekatinya, saat itu aku tidak memikirkan apapun karena aku yakin mungkin ada yang salah dengan semua ini.
Ku buka almari dan tak ku temukan apapun, aku berbalik dan berniat kembali ke tempatku namun suara berdesis itu kembali, dengan reflek aku segera membuka kembali almari itu. Tetap saja tak ku temukan apapun, namun, kali ini.. suara itu masih terdngar di telingaku, sampai akhirnya aku sadar suara itu dari atas almari, ku alihkan pandanganku ke atas, dan betapa berengseknya peristiwa itu saat aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, seorang wanita tua dengan mulut mengangah menatapku, dia menatapku dari atas almari dengan keadaan seperti merangkak.
Saat itu Aku tidak bergerak sedikitpun, sampai akhirnya temanku menepuk bahuku dan membuatku sadar, temanku menatapku bingung dan bertanya apa yang terjadi, sontak aku kembali menatap apa yang di atas almari. Benar-benar keparat!! Batinku miris, sosok itu sudah hilang begitu saja.
Bukanya ketakutan, aku semakin penasaran dengan apa yang ku lihat barusan, aku seperti sedang bermain film horror, tepat setelah temanku sudah terlelap, aku melangkah keluar kamar, benar saja. Baru beberapa langkah keluar kamar, aku di kejutkan oleh suara pintu kamar lain yang di banting keras dengan suara tawa anak-anak kecil yang sedang bermain.
Aku tersenyum pahit, dan mendekati pintu kamar itu. Membukanya dan melihat ke sekeliling, tidak ada apapun selain kamar gelap tanpa penghuni, ku langkahkan kakiku masuk dan menyalakan saklar lampu, ketika aku sudah masuk, pintu di batnting tertutup dan lampu tiba-tiba padam, belum cukup sampai di sana, saat tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang mencengkram kain rok yang ku kenakan. Aku berniat melihat apa yang terjadi, namun suara anak-anak tiba-tiba terdengar olehku.
“kak, jangan lihat..” suaranya kecil menyerupai anak usia 7 tahun. “wajahku sangat jelek!! Kamu akan pingsan”
Aku terdiam selama kurang lebih 5 menit dan sosok itu masih mencengkram kain rok milikku, setelah beberapa saat, akhirnya ia melepaskanya dan berlari meninggalkanku tentu dengan suara cekikikkan.
Aku keluar dari kamar itu, dan melangkah menuju dapur. Aku tahu, pasti ada sesuatu yang ganjil. Benar saja, di dapur, aku menemukan sebuah ranjang tua, hal-hal seperti ini sudah biasa di rumah khas jawa, biasanya ranjang di dapur di gunakan untuk mereka yang sudah berfisik lemah untuk beristirahat ketika beraktifitas di dapur. Ku amati sekeliling dan aku tidak melihat apapun, ketika titik mataku melihat ke ranjang itu kembali, aku terkesiap saat wanita tua itu sudah ada disana, menyeringai dan menatapku ganjil.
Kami saling bertukar pandang selama beberapa saat, jujur saja. Waktu itu seluruh tubuhku sudah lemas, dan aku ingin berteriak sekencang-kencangnya, namun ku tahan sebisa mungkin. Perlahan wanita tua itu bergerak, kali ini menyeringai dan berniat merangkak ke arahku. Sampai, tiba-tiba aku terhenyak karena suara gedoran yang begitu keras, gedoranya sendiri berasal dari sebuah pintu yang di palang oleh almari tua berisikan piring-piring dan gelas, seolah almari itu sengaja di letakkan disana untuk mengganjal pintu yang ku yakin menghubungkan rumah ini dengan pintu belakang.
Setelah memperhatikan lama pintu itu, tiba-tiba rasa penasaran merasukiku, tanpa sadar aku sudah ada di depan almari dan tanganku bersiap menyingkirkan almari itu, namun aku tersadar saat wanita tua itu menarik rok milikku persis seperti apa yang di lakukan anak kecil yang ku temui di kamar lantai atas.
Wanita tua itu menatapku dengan wajah ngeri, sembari mengeleng-ngelengkan kepala seolah memintaku jangan melakukan itu.
Setelah bimbang dengan keputusanku, ku urungkan niatku dan kembali ke kamar temanku. Ku lupakan semua yang menimpaku di rumah ini dan semua berlalu begitu saja.
Aku meninggalkan rumah itu, ketika sesampainya aku di rumah. Temanku menelphone dan bertanya, apa yang sudah ku temui semalaman, dia tahu bahwa aku mengelilingi rumah itu, awalnya aku kaget, karena dia sudah tahu, jadi ku ceritakan semuanya.
Wanita tua, anak kecil yang tidak ku lihat, temanku hanya tertawa dan itu adalah hal yang biasa baginya, konon wanita tua itu adalah penjaga di dapurnya, orang jawa memanggilnya nini towok, biasanya dia hanya akan muncul untuk menyapa orang baru di rumah ini, dan berubah menjadi sangat berbahaya bila orang itu memiliki hati yang buruk. Sementara anak kecil itu konon adalah korban kebakaran, temanku juga menjelaskan tentang si pria jangkung berkaki panjang di dapur, pria tua di kamar bawah yang berbaju serba putih, hingga wanita yang suka tertawa yang biasa duduk di pohon mangga.
Temanku juga menjelaskan alasan kenapa dia mengajakku menginap adalah karena dia bosan bila di rumah sendirian.
Sontak aku teringat dengan pintu di belakang rumahnya, ketika ku ceritakan tiba-tiba nada suara temanku menjadi lebih tinggi “Kau tidak membuka pintu itu bukan???!!!”
Ku katakana “tidak ku lakukan”
Dengan perasaan lega dia bercerita. “kau tidak akan ingin melihat yang satu itu, pintu itu memang sengaja di segel, karena yang satu itu adalah raja dari semuanya, dia tidak akan sungkan-sungkan untuk mencelakakan siapapun. Termasuk mengikuti orang –yang membebaskanya hingga menemui ajalnya”.

0 Response to "Rumah Berhantu Milik Temanku"

Post a Comment

Komentar dengan link hidup akan dihapus.