Maggie's Punishment

Suicidesouls - “Kau butuh waktu buat menenangkan pikiran, Bill.”

Mendengar perkataan bosku itu, kualihkan pandangan pada kaktus yang menyala kehijauan terkena sinar matahari. Sebuah foto dalam bingkai di meja kantornya seolah mengejekku.

“Kau seperti orang linglung sejak ...” muncul jeda sejenak, “... yah, sejak Maggie pergi dengan anak-anak. Semoga yang kukatakan ini tidak terlalu lancang bagimu, tapi aku khawatir. Ambillah cuti. Tenangkan dirimu.”

Sebelumnya, aku kukatakan padanya bahwa Maggie -istri yang telah kunikahi selama sepuluh tahun- telah pergi bersama Jonie dan Brian. Namun sesuangguhnya, hal itu bohong belaka. Dia tidak pergi ke mana pun. Saat aku pulang waktu itu dan mendapatinya telah membunuh kedua anak kami, kupikir aku kalut dan lepas kendali. Aku tahu dia tidak meminum obatnya, namun membayangkan dia tega menghabisi kedua buah hati kami, sungguh tidak pernah terbayangkan dalam mimpi terburuk sekalipun.

“Kau tidak mengerti,” kata Maggie saat itu. “Mereka ini iblis yang akan membuat kita celaka.”

Dia tidak keliru: aku tidak mengerti. Maka kemudian kuikat dirinya, dan segera mencekokinya dengan obat dengan harapan dia akan sembuh seperti sedia kala secepatnya. Kukurung dia di ruang bawah tanah bersama mayat anak-anak kami, sehingga saat delusinya hilang, dia akan sadar akan perbuatannya.

Semalam, aku terbangun saat mendengar jeritan dan tangisannya dari bawah. Aku tahu bahwa obat yang ia minum telah membawanya kembali pada kenyataan.

Pagi ini aku datang untuk memeriksanya. Segalanya hening saat aku menuruni anak tangga. Namun saat aku sampai, jeritan kembali terdengar. Kali ini jeritan itu muncul dari mulutku, bukan dari Maggie. Kudapati Maggie masih terikat di kursi dalam keadaan tak bernyawa, tanpa kepala. Namun, tak kudapati mayat anak-anakku.

Kupikir, pergi bekerja hanya merupakan sebuah rutinitas yang kulakukan demi mencoba mengais sesuatu yang kurasakan normal.

Namun bosku benar. Aku memang butuh bepergian. Pergi yang jauh. Jauh sekali.

0 Response to "Maggie's Punishment"

Post a Comment

Komentar dengan link hidup akan dihapus.